Setiap Musim di Tanah Kami

Catatan ini merupakan hasil “kerja bersama” kota & ingatan dengan banyak teman yang turun ke jalan selama mengikuti aksi massa #reformasidikorupsi.

Seluruh teks dalam catatan ini dihimpun dan digubah dari poster aksi teman-teman demonstran #reformasidikorupsi.

Pun sebagian besar footage dalam catatan ini merupakan hasil tangkapan beberapa teman yang turun ke jalan selama aksi berlangsung.

Saat catatan ini diturunkan, Indonesia belum beranjak dari status “darurat demokrasi”. Kebebasan demokrasi kian terancam mengingat para aktor pelanggar HAM saling berbagi tempat di kursi pemerintahan.

Sementara YLBHI mencatat, selama periode Januari hingga Oktober 2019, terdapat 78 kasus pelanggaran kebebasan berpendapat di Indonesia, di mana 51 korban di antaranya meninggal dunia. Operasi pembebasan lahan yang berpihak pada kepentingan investor pun masih terus berjalan.

Di lain tempat, RUU belum sepenuhnya dibatalkan. Pada perpanjangan tangan kekuasaan baru, tidak menutup kemungkinan pasal-pasal tak masuk akal akan kembali merongrong keseharian.

——–

Setiap Musim di Tanah Kami

Teks dan Musik:

demonstran #reformasidikorupsi, kota & ingatan

Footage:

demonstran #reformasidikorupsi, WatchDoc, tangkapan masyarakat sipil, something you should know before you die

Penyusun dan penyelaras video:

Nerpati Palagan

Perekam, penata dan penyelaras musik:

kota & ingatan

Artwork:

Dawatul Khoiroh, kota & ingatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s